Art Original
INOVASI BUTTER CAKE TINGGI PROTEIN MELALUI SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE (RHIZOPUS ORYZAE) SEBAGAI ALTERNATIF PRODUK PATISERI
Umi Zakiah. 2026. Inovasi Butter cake Tinggi Protein Melalui Substitusi Tepung Tempe (Rhizopus oryzae) Sebagai Alternatif Produk Patiseri. Tugas Akhir. Program Studi D4 Tata Boga, Jurusan Pariwisata dan Perhotelan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. (Dibimbing oleh Syamsidah dan Slamet Widodo).
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembuatan tepung tempe, (2) proses pembuatan butter cake dengan substitusi tepung tempe, (3) penerimaan panelis terhadap butter cake substitusi tepung tempe, dan (4) kandungan protein pada produk tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dokumentasi, score sheet, serta melakukan uji laboratorium. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif, perhitungan mean, ANOVA, duncan, frekuensi dan metode khejeldal. Panelis dalam penelitian ini berjumlah 59 orang, terdiri dari 6 panelis terlatih, 37 panelis semi terlatih, dan 16 panelis tidak terlatih. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Tata Boga Jurusan Pariwisata dan Perhotelan untuk proses pembuatan produk serta uji organoleptik dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar untuk uji kandungan protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembuatan tepung tempe dilakukan dengan menyipakan tempe kedelai, kemudian memotong tempe kedelai, merebus dengan air mendidih dengan suhu 100⁰C selama 2 menit, melakukan pengeringan dengan suhu 60⁰C selama 15 jam, kemudian menghaluskan menggunakan grinder, lalu mengayak menggunakan ayakan 80 mesh hingga menjadi tepung tempe kedelai yang halus. 2) Proses pembuatan butter cake dilakukan melalui tahapan menyiapkan alat dan bahan, menimbang bahan pada setiap formulasi, mencampurkan bahan, memasukkan adonan ke loyang, memanggang dengan suhu 160⁰C selama 50 menit dan mendinginkan adonan. 3) Formula yang terpilih pada uji organoleptik adalah formula F2 meliputi warna sebesar 5,83, aroma sebesar 6,19, tekstur sebesar 6,10, rasa sebesar 6,51, over all sebesar 46,37, dan uji hedonik sebesar 9,81. 4) hasil uji laboratorium kandungan protein menggunakan metode kjeldahl menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sampel F0 dan F2, di mana F0 memiliki kadar protein sebesar 4,67% sedangkan F2 sebesar 7,56%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penambahan tepung tempe mampu membuat kandungan protein pada butter cake menjadi lebih tinggi.
Kata kunci: Butter Cake, Protein, Substitusi, Tepung Tempe.
No copy data
No other version available